Jumat, 01 Januari 2016

PLJD - SHELL SCRIPT


Penggunaan juru perintah shell (biasanya hanya disebut shell) kembali ke awal pertama sistem Unix. Selain kejelasannya dalam menjalankan perintah, shell memiliki banyak fitur membangun (built-in) seperti variabel lingkungan, alias, dan berbagai fungsi untuk pemrograman. Meskipun shell yang paling sering digunakan pada sistem Linux adalah Bourne Again Shell (bash), terdapat juga shell lain yang cukup baik (seperti sh, csh, ksh, tcsh, dan lain-lain). Beberapa shell ini tumbuh atau menggantikan versi shell yang lebih tua, tercermin dengan fakta, misalnya, menjadi simbolis sh link ke bash.
Setelah membuka shell (baik dari teks berbasis login atau jendela Terminal), lingkungan shel ditentukan berdasarkan pengguna yang memulai shell. Pengaturan Shell Bash untuk semua pengguna shell terletak di '/etc/bash.bashrc', '/etc/profile', dan '/etc/profile.d'. Pengaturan shell pengguna-spesifik ditentukan oleh perintah yang dijalankan dari beberapa titik file di direktori home user (jika mereka ada): '.bash_profile','.bash_login', dan '.profile'. Ketika shell ditutup, semua perintah di file user ~ /.Bash_logout dijalankan. Mengubah pengaturan dalam file-file ini secara permanen, merubah pengaturan shell pengguna tetapi tidak mempengaruhi shell yang sudah berjalan (Shell lain menggunakan file konfigurasi yang berbeda).
Ada berbagai cara di mana Anda dapat mengubah daftar dan lingkungan shell anda. Salah satu cara yang terbesar adalah untuk mengubah cara pengguna khususnya, untuk menjadi super user.



MENAMPUNG NAMA FOLDER DAN NAMA SCRIPT YANG SEDANG DIEKSEKUSI
Ketika membuat keterangan mengenai cara pengguna sebuah script, biasanya kita membutuhkan nama script dan folder dimana script yang sedang dijalankan berada. Berikut adalah cara untuk menampung posisi folder kerja dan nama script yang sedang dijalankan dengan menggunakan perintah basename dan pwd.
#!/bin/bash
NAMASCRIPT=$(basename $0)
DIRSEKARANG=$(pwd)
Variabel NAMASCRIPT telah menampung nama script yang sedang dijalankan dan variabel DIRSEKARANG sudah berisi posisi folder pada saat script dijalankan. Selanjutnya tinggal mengunakan kedua variabel sesuai kebutuhan.
Mengecek suatu variable dengan menggunakan Perulangan
Misalkan kita ingin mengecek sebuah variable terhadap suatu pola tertentu pada shell scripting. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan perintah grep ditambah dengan perintah echo. Caranya sederhana tapi ampuh untuk berbagai keperluan. Untuk lebih jelasnya silakan ikuti penjelasan lebih lanjut dibawah ini.
Misalkan ingin memvalidasi versi suatu paket pada Ubuntu. Sebelumnya, secara umum nomor versi paket pada Ubuntu berjumlah 3 digit yang setiap angkanya dipisahkan oleh titik, contohnya 1.0.0. Nilai versi yang akan divalidasi sudah tertampung pada sebuah variable, misalkan VERSION.
echo VERSION | grep -q -e [0-9]\.[0-9]\.[0-9]
if [ $? -eq 0 ]; then
# kondisi true
else
# kondisi false
fi
Cuplikan kode diatas datap dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian pertama adalah baris pertama. Perintah echo VERSION akan memberi masukan ke perintah grep karena dihubungankan oleh pipe (|). Perintah grep di atas mempunyai 2 buah opsi yaitu -q dan -e. Opsi -q digunakan agar perintah grep tidak menampilkan hasil ke standard output (diam, q singkatan untuk QUIET). Opsi -e digunakan untuk memberitahukan perintah grep bahwa parameter selanjutnya adalah kalimat regex.
Bagian ke dua adalah pengecekan variable $? dengan menggunakan if. $? adalah variable yang menyimpan kembalian dari program yang dipanggil sebelumnya. Jadi pada kasus ini variabel $? akan menampung kembalian pada bagian 1 di atas. Operator -eq digunakan untuk mengecek nilai integer. Bagi
yang belum tahu, perintah-perintah linux biasanya mengembalikan integer 0 kalo berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sekian dulu nulis tentang shell scriptingnya. Untuk lebih jelasnya pada blog selanjutnya

PLJD - CRONTAB


Cron adalah utilitas yang memungkinkan untuk secara otomatis menjalankan tugas-tugas di latar belakang dari sistem secara berkala dengan menggunakan daemon cron.  Cron dikendalikan  oleh crontab (tabel cron) file,  sebuah file konfigurasi yang menentukan perintah shell untuk menjalankan secara berkala pada jadwal yang diberikan.  Crontab (tabel cron) adalah file yang berisi sebuah file konfigurasi yang menentukan perintah shell untuk menjalankan secara berkala pada jadwal yang diberikan.
Hal Ini bisa sangat berguna, sebagai contoh, Anda mungkin memiliki direktori sementara pribadi yang ingin Anda dibersihkan sekali sehari untuk menjaga kuota agar tidak terlampaui.  Di sinilah penjadwalan cron berfungsi. Tidak semua sistem memungkinkan untuk Penjadwalan Cron. Anda harus mengecek  sistem Anda untuk melihat apakah Cron tersedia pada sistem Anda. Biasanya File crontab disimpan pada /etc/crontab.
Adapun langkah-langkah Crontab pada Linux yaitu sebagai berikut:
    1.      Langkah pertama yang dilakukan yaitu masuk ke Super User pada CentOS. Seperti yang kita ketahui perintah super user adalaha
su –
Setelah mengetikkan perintah super user diatas maka dengan otomatis permintaan memasukkan password akan muncul. Lalu masukkan password super user. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


     2.      Selanjutnya masuk ke editor vi untuk melihat Job Definiton dari Crontab. Adapun perintah yang digunakan yaitu:
vi    /etc/crontab
Seperti gambar dibawah ini:      


Perintah diatas setelah di enter maka muncul laman Job Definition seperti dibawah ini. Laman ini berfungsi untuk melihat penempatan waktu dan hari pada Crontab yang ditandai dengan simbol (*)
Perhatikan gambar berikut:


    3.      Langkah selanjutnya yaitu berpindah direktori ke desktop. Seperti yang kita ketahui perintah untuk berpindah direktori yaitu cd atau Change Direktori. Penulisan perintah seperti dibawah ini
Cd  /home/jeny/Desktop
Screenshot perintah diatas sebagai berikut:


     4.      Setelah itu masuk ke perintah untuk mengedit file crontab atau membuat file crontab jika belum ada. Adapun perintahnya yaitu:
Crontab   –e
Untuk membuat schedule crontab, setelah mengetikkan perintah di atas maka muncul tampilan kosong. Tekan tombol “i” untuk melakukan proses insert scheduler , format nya seperti ini :
            * * * * * perintah_untuk_dilaksanakan, setelah selesai tekan tombol “esc” lalu ketikkan “:wq” untuk menyimpannya.

adapun keterangan dari bintang-bintangnya:
bintang ke 1 : Untuk Menit 0 – 59
bintang ke 2 : Untuk Jam 0-23
bintang ke 3 : Untuk Hari 1-31
bintang ke 4 : Untuk Bulan 1-12
bintang ke 5 : Untuk Hari (senin-minggu), Senin =1
           
untuk lebuh jelasnya langsung saja ke pengaplikasian schedule crontab, sesuaikan waktu pada pc masing-masing. Contoh perintahnya sebagai berikut:
05 06 * * * reboot

untuk lebih jelasnya peratikan gambar berikut:


       5.      Setelah menyimpan file crontab dan kembali ke halaman sebelumnya dan mengetikkan perintah :
Crontab –l
Crontab –l berfungsi utuk menampilkan isi dari file crontab. Untuk meihat hasilnya, perhatikan gambar berikut:


     6.      Setelah 5 langkah diatas selesai maka proses untuk crontab telah selesai hanya saja menunggu  waktu yg ditentukan untuk me-reboot komputer
    7.      Untuk proses booting ulang hanya sampai pada langkah ke-6 saja. Tetapi untuk memberi Komentar sebelum proses booting selesai maka perintah yang digunakan yaitu “crontab –e” lalu edit file crontab. Adapun contoh pengeditan crontab seperti berikut:
(penjadwalan crontab sesuai pada pc masing-masing).
                                    14 06 * * * wall “hai `logname` komputer akan di restart”
                                    15 06 * * * reboot
Maksud penulisan perintah diatas yaitu:
Pada pukul 06:14 maka komentar “hai root komputer akan di restart” akan mucul dan pada pukul 06:15 proses reboot akan mulai.

Adapun hasil screenshotnya yaitu:
·         Pengeditan file crontab


·         Perintah “crontab –l” sebelum komentar pada crontab muncul


·         Komentar Crontab muncul pada waktu yg ditentukan


      8.      Dan terakhir pada pukul 06:15 proses reboot akan dilakukan.

PLJD - BACKUP DAN RESTORE PADA LINUX


Backup data adalah memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. Data atau kumpulan informasi tersebut bisa berupa file dokumen, gambar, video, audio, system windows, driver, atau software/program tertentu.

Kegunaan atau manfaat back up data yaitu kita masih mempunyai cadangan data dari data yang hilang/rusak/terhapus, baik yang disebabkan oleh kesalahan kita sendiri atau faktor lain di luar kemampuan kita, seperti: terkena virus, file rusak (tidak bisa dibuka), perangkat komputer error/bermasalah, mati listrik, bencana, dan lain sebagainya. 

Dengan begitu cadangan data yang sudah kita simpan tersebut dapat kita gunakan kembali sebagai pengganti data yang telah hilang/rusak/terhapus tadi. Fungsi back up data lebih mengacu pada faktor keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan komputer.

Tujuan dari melakukan backup dan restore pada centos ini adalah agar jika sewaktu-waktu terjadi erorr atau server pada centos yang kita gunakan mengalami crash dan failur sehingga system server kita tidak bisa running. Maka dari itu, jika kita melakukan konfigurasi ulang Server centos dari awal maka kita dapat merestore kembali sistem tanpa harus melakukan create account user satu persatu dari awal lagi dengan menggunakan data yang telah kita backup sebelumnya.
Baiklah langsung saja kita masuk pada pembahasan backup & restore pada CentOs.

1.  Yang pertama yaitu masuk ke Super User pada CentOs di masing-masing pc. Adapun perintahnya yaitu:
                                           Su –
Setelah mengetikkan perintah diatas maka muncul perintah untuk memasukkan password. Adapun contoh screenshot perintah diatas seperti berikut:


2.  Setelah perintah diatas selesai, selanjutnya perintah cd untuk berpindah ke direktori lain. Disini kita akan berpindah ke direktori Desktop. Perintah yg digunakan yaitu:
                                         Cd /home/jeny/Desktop
Dengan perintah tersebut maka sekarang kita berada di direktori Desktop. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah:


3. Selanjutnya kita akan mengecek direktori mana sekarang kita berada. Printah yang digunakan yaitu pwd. Seperti gambar dibawah ini:


4.  Langkah selanjutnya yaitu membuat direktori baru untuk di backup. Adapun perintahnya seperti dibawah ini:
                         Mkdir siapbackup
Hasil screenshotnya seperti berikut:


5.  Selanjutnya masuk ke direktori siap backup. Seperti yang dijelaskan pada nomor 2 tadi perintah untuk masuk ke direktori yaitu cd. Kita akan masuk ke dalam direktori siapbackup tadi dengan cara mengetikkan:
                          Cd siapbackup/
Screenshotnya seperti berikut:


6.  Langkah berikutnya yaitu membuat file baru. Perintah yg digunakan untuk membuat file baru adalaha touch. Berikut adalah contoh penggunaan touch pada Backup data
                          Touch siapbckup1.txt siapbackup2.txt
Perintah touch dapat digunakan membuat satu file sj ataupun lebih. Adapun hasil screenshot dari perintah touch seperti berikut:


7.  Selanjutnya kita kembali ke direktori Desktop. Untuk berpindah ke direktori perintah di gunakan yaitu cd. Tapi untuk saat ini kita ingin berpindah ke direktori selanjutnya maka perintah yang digunakan yaitu [cd ..] . untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini


8. Selanjunya masuk ke perintah tar untuk Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress. Adapun perintahnya yaitu:
                          Tar cvf /home/jeny/Documents/hasilbackup siapbackup/
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


9.  Langkah selanjutnya yaitu melihat isi file dri direktori Dokumen. Perintah yg digunakan untuk melihat isi file dari direktori yaitu ls. Berikut contoh penggunaan ls.
                          Ls /home/jeny/Dokuments
Ketika perintah diatas diketikkan maka hasinya sebagai berikut:


10.Setelah melihat isi file dari direktori dokumen. Selanjutnya berpindah ke perintah “tar tvf”. Adapun contoh penulisan dari perintah ini yaitu:
                                Tar tvf /home/jeny/Documents/hasilbackup
Dari perintah diatas ketika kita menekan tombol enter maka hasilnya seperti dibawah ini:


11.  Langkah berikutnya yaitu kembali ke direktori Dokuments dari direktori desktop, contoh penulisannya sebagai berikut:
                                Cd /home/jeny/Dokuments/
Screenshot:


12.  Setelah perintah ke-11 telah dilakukan, selanjutnya yaitu meng-untar file tar yang tidak terkompress. Perintah yang digunakan yaitu tar xvf. Contoh penulisan:
                                Tar xvf hasilbackup
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


13. Langkah berikutnya yaitu menampilkan secara detail tar hasilbackup dengan perintah sebagai berikut:
                                Tar tvf /home/jeny/Documents/hasilbakup
Adapun hasilnya ketika perintah tersebut dijalan kan seperti gambar berikut:


14.Selanjutnya kembali ke direktori jeny dari direktori Documents dengan perintah [cd ..]
  Perhatikan gambar dibawah.
       

15.Kemudian masuk ke direkrori  Desktop. Perintahnya sebagai berikut
                                            Cd /home/jeny/Desktop
 Hasil screenshot



16. Langkah berikutnya yaitu Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Adapun perintah yg digunakan untuk mencari “namafile” yaitu find. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh penulisan berikut:
                                Find siapbackup/ -print | cpio –o   >/home/jeny/Desktop/ hasilbackup/.
Setelah menekan enter ari perintah diatas maka dia akan menampilkan beberaa blok dari hasil backup. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


17. Selanjutnya yaitu perintah “cpio –it” yg berfungsi untuk perintah arsip file. Langkah terakhir yang digunakan yaitu mengetikkan perintah:
                                            Cpio –i < hasilbackup
  Dengan perintah diatas maka Proses Backup data telah selesai. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: